investama

Hari Raya Hindu Di Bali

Baliku Yang Indah | Bali adalah tujuan wisata yang paling terkenal di Indonesia. Orang-orang mengunjungi Bali karena ada banyak hal yang menarik yang bisa dilihat di Bali. Hal menarik yang bisa dilihat di Bali tidak hanya keindahan alam, tapi juga budaya dan adat-istiadat Bali yang terkenal masih memegang teguh budaya tadisionalnya yang berjalan selaras dengan budaya moderennya. Terlebih lagi, karena sebagian besar orang Bali beragama Hindu, jadi banyak hari sucinya berkaitan dengan Hari suci keagamaan Hindu.

Ada banyak Hari Raya Hindu di Bali yang terkait dengan budaya dan Agama Hindu serta dirayakan di Bali.
Hari Raya Hindu di Bali, berdasarkan atas Kalender Saka dan Kalender Bali.

Hari Raya Hindu Di Bali

Petunjuk mengenai hari-hari raya dan saat-saat suci diperoleh dari ajaran Sundari Gama. Dalam ajaran itu disebutkan bahwa Sang Hyang Suksma Litjin memerintahkan kepada para purohita (orang-orang suci) agar mengingatkan para pemegang tampuk kekuasaan, agar ia, dan dengan kuasanya memerintahkan segenap bawahannya, mengadakan yadnya, atau upacara persembahan pada hari-hari dan saat-saat tertentu. Persembahan itu disebut bebantenan atau widhi-widhana, sebagai perwujudan darma dalam menjaga kesejahteraan dunia dan kebahagiaan segenap makhluk.

Hari-hari yang dicatat sebagai ketetapan itu diyakini telah disucikan oleh Ida Sang Hyang Widhi sebagai waktu-waktu yang tepat untuk menjaga hubungan ciptaan dan sang maha penciptanya. Penyampaian cinta kasih beliau yang selalu melimpahkan sinar terang kepada akal budi manusia, anugerah yang tak terbatas bagi kehidupan serta bimbingan yang abadi kepada kelestarian ciptaannya. Melalui yadnya, segenap manusia pada saat itu hendaknya menyampaikan rasa sukur dan hormat melalui pengurbanan dan persembahan yang terbaik kepada beliau yang maha suci.

Secara garis besar, Hari Raya Hindu di Bali dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Hari Raya Hindu berdasarkan wewaran ataupun wuku.
2. Hari Raya Hindu berdasarkan sasih.

Pembagian Hari Raya Hindu di Bali

Untuk memudahkan penjelasan Hari Raya Hindu di Bali, saat-saat suci atau rerahinan itu, kita kelompokkan keseluruhannya dalam cara sebagai berikut:

- Yadnya yang dilakukan setiap hari (nitya karma) yaitu Yadnya Sesa atau Banten Saiban / ngejot.
- Yadnya yang dilakukan pada Triwara dengan Pancawara tertentu yaitu Kajeng Kliwon.
- Yadnya yang dilakukan pada Saptawara dan Pancawara tertentu, lihat diSINI.
- Yadnya yang dilakukan pada Wuku tertentu, secara keseluruhan, lihat diSINI.
- Yadnya yang dilakukan pada sasih tertentu antara lain Nyepi dan Siwa Ratri.


Hari Raya Hindu di Bali yang dirayakan bersama oleh seluruh umat disebut Rerahinan Gumi. Masih banyak lagi hari raya yang dirayakan hanya oleh beberapa keluarga pada hari-hari tertentu untuk di pura dan parhyangan masing-masing.

Hakikat dari perayaan hari-hari raya itu, suasana dan kesungguhan hati masing-masing umat adalah unsur yang paling menentukan. Kesungguhan itu dilihat dari pendalaman batin umat dalam menghayati arti dari masing-masing hari raya. Tanpa pengertian yang mendalam dari maknanya, mustahil tujuan perayaan saat-saat suci itu tercapai. Menjadikannya tidak lebih dari sekedar keramaian yang tanpa makna.

Pada suasana bagaimanapun, perayaan rerainan atau hari raya ini harus berlangsung. Demikianlah hendaknya perwujudan sembah bakti sekala kita kepada Hyang Widhi, lepas dari segala kekurangan dan kelebihan umatNya, yadnya harus tetap ditaati.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik atau saran anda

Jika Suka, Silahkan Beramal Gan, Klik Suka/Like Dan Follow Blog Ini Ya




BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH

BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH
    baliku yang indah HIDUP itu indah, dengan cara berbagi sesama ~^O^~ ~ BLOG-nya anak GAUL masa kini SWOM.COM KLIKOT INTERNET MARKETING Info Tentang Kesehatan Dan Obat Tradisional Blogger Copas Berbagi Info  Blog Info Tentang Kesehatan dan Pendidikan Gede Sitdown Blog Catatan Diani Made Blogger Copy Pazte Koko Nax Sasih Blog's

Sudah Baca Artikel di Bawah Ini?

Daftar Blog Bacaan Saya