investama

Yadnya Sesa

Baliku Yang Indah | Yadnya Sesa Juga Disebut Ngejot Atau Banten Saiban.

banten saibanPerlu diingat bahwa pelaksanaan Yajna Sesa ( Banten Pakidih/Ngejot/Saiban ) ini merupakan hari raya Hindu di Bali yang dilaksanakan setelah selesai memasak nasi dan sebelum makan yang dipersembahkan setiap hari, sehingga Yadnya sesa itu tergolong NITYA KARMA artinya aktifitas agama sehari – hari dalam bentuk upacara sederhana.
Yadnya sesa adalah persembahan yang tulus ikhlas dengan mempersembahkan makanan berupa nasi, lauk-pauk, sayur-sayuran, garam, dan air, yang
dilaksanakan setelah selesai memasak yang dipersembahkan pada tempat-tempat tertentu.
Yang sering menjadi pertanyaan tentang Yadnya Sesa adalah;
Berapa jumlah bantennya?
Dimana saja mebanten saiban?
dan umat sering mendapatkan jawaban yang beraneka ragam. Untuk itulah sekarang ikut menyumbangkan pekiran semoga ada manfaatnya.
Sebagai Umat Hindu Kita meyakini bahwa “adanya makhluk hidup karena makanan, adanya makanan karena hujan, adanya hujan karena yajna, adanya yajna karena karma“.
Ini mengandung makna yang sangat mulia bagi manusia. Hidup ini senantiasa memerlukan kebutuhan-kebutuhan yang seimbang antara jasmani dengan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia harus berusaha dengan karmanya guna membuahkan hasil atau pahala.
Demikian juga bahwa manusia untuk tetap menunaikan kewajibannya untuk melaksanakan yajnanya, baik yajna yang dilakukan setiap hari atau nitya karma maupun yajna yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu.

dasar yadnya sesa diatur dalam beberapa ayat: bhagawad gita, manawadharma sastra, dll

lebih lengkap silahkan baca “Dasar Sastra Yadnya Sesa
Berdasarkan petunjuk pasal inilah awal adanya yang disebut yanja sesa (di Bali dikenal dengan banten saiban). Memahami makna dan tujuan sloka tersebut, maka bagi kita umat Hindu, merupakan sebuah kewajiban untuk melakukan yajna sesa tersebut. Oleh sebab itulah setau saya di Bali umat Hindu sangat taat sekali melaksanakan yajna sesa.

berapa banyak menghaturkan Banten Yadnya Sesa

dalam pelaksanaan Yadnya Sesa masih ada sedikit kesimpang .Ada yang mengatakan jumlahnya sesuai dengan neptu manca desa yaitu berjumlah 33 buah, dan dihaturkan sesuai dengan arah mata angin, ada yang mengatakan di lima tempat yang bertujuan kepada unsur Panca Maha Bhuta,
Mengenai tempat ngaturang, ada yang mengatakan munggah di palinggih, dan ada pula yang mengatakan tidak boleh munggah di pelinggih. Inilah mungkin yang menyebabkan umat kebanyakan kebingungan.
Oleh karena Yadnya sesa itu tergolong Bhuta yadnya, maka Pokok tujuan yandnya itu ditujukan ke Bhuta, dalam hal ini Panca Maha Bhuta, tempatnya seperti yang tertera diatas, tidak salah juga bila ditambahkan lagi diperuntukan kepada beberapa peralatan seperti sapu, talenan, dsb dan hal-hal yang dipandang perlu oleh meraka, sesuai dengan kemampuannya.

Gambaran Pelaksanaan Yajna Sesa:

di pelataran rumah (pertiwi),
di tempat air pada sumur, keran atau belong (apah),
di dapur pada tempat memasak(tungku) atau kompor (teja),
di tempat beras atau nasi (bayu),
di Penunggun Karang atau pelingih hyang siwa raksa (akasa).

Khusus untuk pekarangan rumah ada 3 tempat yang dihaturkan Yadnya Sesa

di halaman (natar) sanggah pemerajan Sang Bhuta Bucari
di halaman (natar) rumah Sang Kala Bucari
di depan pintu keluar (lebuh) Sang Durgha Bucari

tempat dihaturkannya yadnya sesa lainnya

di natar pelinggih, rerencangan Bhatara-Bhatari dan roh suci leluhur
ditempat prabotan dan alat yang membantu kita (dipakai alat) misalnya sapu, lubang air limbah (songmbah).
di tempat-tempat yang lainnya yang dipandang perlu dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
Yanja sesa di merajan JANGAN diatas (ngunggahang ring palinggih), sebab yadnya itu merupakan BHUTA YADNYA.
Lalu bagaimana ucapan saat ngaturang?
Sebaiknya kalau belum tau mantranya, haturkan dengan bahasa sendiri (sehe).
Pokok yajna sesa itu untuk Panca Maha Bhuta. Boleh ditambahkan sesuai keperluan asal jangan dijadikan beban. Lakukanlah yajna sesa itu sebelum makan atau setelah selesai memasak.

Lalu Bagaimana Kalau Ada Keluarga Yang Tidak Masak?

Ya lakukan juga yajna sesa itu sesuai situasi dan kondisi.
setiap kita makan sisihkan makanan sedikit lalu dihaturkan dengan ucapan di dalam hati saja cukup, itu juga disebut yajna sesa. Sekian dan terima kasih.
Hakikat pelaksanaan Yajna Sesa tersebut di atas dapat bermakna bahwa Hindu dimanapun berada senantiasa membiasakan diri untuk mendahulukan kepentingan umum atau para dharma dari pada kepentingan pribadi atau swadharma. Juga berarti untuk mendahulukan dharma bakti dan kewajiban daripada pamrih atau kehendak menurut hak untuk diri sendiri.
Menurut kepercayaan, kita baru boleh makan setelah melakukan Yadnya Cesa. Yadnya tersebut kita lakukan demi keselamatan dan ketentraman kita sekeluarga.
Melaksanakan Yadnya Cesa wajib didasari pikiran yang suci bersih dan tulus ikhlas. Mungkin di tempat-tempat lain terdapat cara yang berbeda-beda sesuai dengan desa- kala- patra, tetapi tujuannya sama, yaitu untuk keselamatan dan ketentraman hidup kita sehari-harinya.

Sumber : umaseh

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik atau saran anda

Jika Suka, Silahkan Beramal Gan, Klik Suka/Like Dan Follow Blog Ini Ya




BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH

BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH
    baliku yang indah HIDUP itu indah, dengan cara berbagi sesama ~^O^~ ~ BLOG-nya anak GAUL masa kini SWOM.COM KLIKOT INTERNET MARKETING Info Tentang Kesehatan Dan Obat Tradisional Blogger Copas Berbagi Info  Blog Info Tentang Kesehatan dan Pendidikan Gede Sitdown Blog Catatan Diani Made Blogger Copy Pazte Koko Nax Sasih Blog's

Sudah Baca Artikel di Bawah Ini?

Daftar Blog Bacaan Saya